KETERAMPILAN BERBAHASA

PENGERTIAN DAN MANFAAT KETERAMPILAN BERBAHASA

Dalam berkomunikasi kita menggunakan keterampilan berbahasa yang telah kita miliki,meskipun setiap orang memiliki tingkatan / kualitas yang berbeda. Orang yang memiliki keterampilan berbahasa secara optimal setiap tujuan komunikasinya dapat dengan mudah tercapai. Sedangkan bagi orang yang memiliki tingkatan keterampilan berbahasa yang sangat lemah,sehingga bukan tujauannya yang tercapai tetapi malah terjadi kesalah pahaman yang hanya akan membuat suasana mejadi panas.

KOMUNIKASI 1 ARAH

PENGIRIM PENERIMA

Pengirim aktif milih pesan -> disampaikan dalam bentuk lambang / sandi -> pesan yang tersampaikan berupa lambang (bunyi / tulisan).

Pesan diterima berupa lambang (bunyi / tulisan) -> lambang / sandi yang di terima mengalami proses penafsiran -> sehingga keluar makna pesan yang sama dengan makna pesan yag dikirim.

Kedua pihak harus memiliki keterampilan yang sama :

Pengirim : Harus pandai memilih lambang-lambang (bunyi / tulisan) guna penyampaian pesan sehingga mudah di terima.

Penerima :Harus terampil dalam menafsirkan lambang-lambang (bunyi / tulisan) sehingga di dapati makna yang paling pas / tepat.

Penyampaian pesan berupa bunyi-bunyi bahasa yang di ucapkan :

Proses Encoding :

- Pengirim mengubah pesan menjadi bentuk-bentuk bahasa berupa bunyi-bunyi yang diucapkan ( (bahasa lisan) untuk selanjutnya di sampaikan kepada penerima dan dikenal dengan istilah BERBICARA.

Proses Decoding :

- Proses pengubahan bentuk-bentuk bahasa berupa bunyi-bunyi lisan kembali menjadi pesan yang biasa kita kenal dengan istilah MENYIMAK.

Penyampaian pesan berupa tulisan :

Proses Encoding :

- Pengirim mengubah pesan menjadi bentuk-bentuk bahasa tulisan, kemudian di kirim kepada penerima yang biasa di kenal dengan MENULIS.

Proses Decoding :

-Proses penafsiran / memaknai bentuk-bentuk bahasa tertulis tsb. Sehingga pesan dapat di terima secara utuh yang biasa kenal dengan MEMBACA.

Tulisan ini dikirim pada pada 24 April 2008 2:05 pm dan di isikan dibawah Tak Berkategori. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat merespon, or trackback

ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA
4 Aspek Keterampilan Berbahasa :

Menyimak, Membaca, Berbicara, dan Menulis

Aspek Keterampilan Berbahasa bersifat Reseptif ( menerima ) :
a. Mendengarkan / Menyimak
b. Membaca

Aspek Keterampilan Berbahasa bersifat Produktif ( menghasilkan ) :
a. Berbicara
b. Menulis
#CATATAN :

- Untuk menguasai ke-4 jenis keterampilan berbahasa tsb. Seseorang harus menguasai sejumlah keterampilan mikro.

A. MENDENGARKAN :
- Keterampilan memahami bahasa lisan yang bersifat RESEPTIF.
- Jenis situasi dalam mendengarkan :
1. Situasi Mendengarkan secara Interaktif :
– Terjadi dalam percakapan tatap muka, di telepon / sejenisnya. Secara bergantian subjek ( 2 orang / lebih ) melakukan aktivitas mendengarkan dan berbicara. Sehingga kita memiliki kesempatan bertanya guna mendapatkan penjelasan, meminta lawan bicara mengulang apa yang telah diucapkannya / meminta lebih pelan dalam berbicara.

2. Situasi mendengarkan secara Non-Interaktif :
- Kita tidak dapat meminta penjelasan dari pembicara, tidak bisa meminta pembicara mengulangi apa yang diucapkan dan kita juga tidak dapat meminta pembicaraan di perlambat.
# Contoh : – Mendengarkan Radio – Mendengarkan acara-acara seremonial
- Nonton TV – Mendengarkan Kotbah
- Nonton Film

KETERAMPILAN MIKRO DALAM MEMAHAMI APA YANG DI DENGAR :

Mengingat unsur bahasa yang di dengar dengan ingatan jangka pendek (short-term memory)

Berupaya membedakan bunyi-bunyi yang membedakan arti dalam bahasa target.

Menyadari adanya bentuk-bentuk tekanan dan nada,warna suara dan intonasi ; menyadari adanya reduksi bentuk-bentuk kata.

Membedakan dan memahami arti kata-kata yang didengar.

Mengenal bentuk-bentuk kata khusus

Mengenal makna dari konteks

Mengenal kelas-kelas kata

Menyadari bentk-bentuk dasar sintaksis

Mengenal perangkat-perangkat kohesif

Mendeteksi unsur-unsur kalimat seperti ; subjek, predikat, objek, preposisi, dan unsur-unsur lainnya.

B. BERBICARA :

- Keterampilan berbahasa lisan / berbicara yang bersifat PRODUKTIF.

Jenis situasi dalam berbicara :

a. Situasi berbicara secara INTERAKTIF :

# misal : – Percakapan secara tatap muka dan berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya aktivitas pergantian antara berbicara dan mendengarkan.

- Kita dapat meminta klarifikasi, pengulangan / kita dapat meminta lawan bicara memperlambat tempo bicara.
b. Situasi berbicara secara Semi-Interaktif :
#misal : – Situasi berpidato dihadapan umum secara langsung.
#Ket. : – Audiens memang tidak dapat melakukan iterupsi terhadap pembicara,namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka.
Situasi berbicara dapat dikatakan betul-betul bersifat Non-Interaktif :
#misal : – berpidato lewat radio / TV

Arsip
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: