Pelajaran Berbicara

PEMBELAJARAN BERBICARA

Latar Belakang

Keterampilan berbahasa dibagi menjadi 4 macam, yaitu membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Dari keempat keterampilan berbahasa tersebut, yang paling menonjol pemakaiannya di masyarakat adalah berbicara, terbukti anggota masyarakat lebih suka dan lebih bisa berbicara daripada ketiga keterampilan berbahasa yang lain.

Walaupun demikian, mereka sebenarnya belum terampil berbicara dalam arti yang sebenarnya. Mereka perlu diberi pembelajaran keterampilan berbicara agar kemampuan dasar tersebut berkembang sesuai hakikat penggunaan bahasa secara lisan. Di sinilah peran pembelajaran keterampilan berbahasa di sekolah-sekolah

Tujuan

Pembelajaran keterampilan berbicara di SMA bertujuan melatih dan mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan bahasa secara lisan untuk mengemukakan pendapat, perasaan, menjalin komunikasi, dan melakukan interaksi sosial dengan anggota masyarakat yang lain

Kompetensi yang Ingin Dicapai

Kompetensi berbicara yang ingin dicapai mencakup kemampuan melafalkan secara tepat (menggunakan artikulasi secara tepat), kemampuan memilih kata (diksi), kemampuan menggunakan intonasi dan irama, kemampuan berbicara untuk mengemukakan pendapat, kemampuan berbicara untuk menyampaikan informasi, kemampuan berbicara untuk berinteraksi, berdiskusi. Cakupan ini juga termasuk kemampuan berbicara untuk menyampaikan hasil reproduksi.

Macam Keterampilan Berbicara yang Dikembangkan

Keterampilan berbicara meliputi berdiskusi, berpidato, wawancara, memberikan tanggapan, menyampaikan informasi, menceritakan suatu peristiwa, dan berbicara sastra
a. Berdiskusi
Adalah suatu cara bertukar pendapat antara dua orang atau lebih untuk
memperoleh kesepakatan atau keputusan bersama.
Yang termasuk dalam kegiatan berdiskusi adalah diskusi kelompok, diskusi panel,
workshop/lokakarya, rapat kerja, seminar, konferensi, kongres, simposium, kolokium,
sarasehan, cawan ikan (fish bowl), dan debat

b. Berpidato
Berpidato adalah penyampaian uraian secara lisan tentang suatu hal di depan umum

Langkah-langkah persiapan berpidato adalah :
1) Menentukan topik
2) Menentukan maksud/tujuan
3) Menganalisis situasi dan pendengar
4) Memilih dan merumuskan topic ke dalam ide-ide yang lebih terperinci
5) Mengumpulkan bahan
6) Memahami dan menghayati materi
7)Latihan berpidato

c. Wawancara
Adalah suatu cara mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung
kepada seseorang (nara sumber). Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus disiapkan
terlebih dahulu, disesuaikan dengan tujuan yang diharapkan
d. Memberikan tanggapan
Adalah kegiatan menyampaikan pendapat tentang sesuatu yang merupakan tanggapan,
persetujuan, ketidaksetujuan, kritik, atau dukungan terhadap sesuatu
e. Menyampaikan informasi
Adalah kegiatan memberikan informasi, berita tentang sesuatu kepada orang lain.
Ada tiga hal penting dalam penyampaian informasi, yaitu keakuratan, kelengkapan,
dan kejelasan
f. Menceritakan suatu peristiwa
Adalah kegiatan berbicara yang dilakukan untuk menceritakan kesan pembicara
tentang sesuatu atau suatu peristiwa
g. Berbicara saastra
Yang dimaksud dengan berbicara sastra adalah kegiatan berbicara yang berkaitan
dengan karya sastra
Pengembangan kemampuan berbicara sastra meliputi berbalas pantun, musikalisasi
puisi, mendongeng, dramatisasi/bermain peran berdasarkan naskah, menceritakan
kembali isi cerpen, dan menanggapi secara lisan pementasan karya sastra.
Masalah ini secara khusus akan dibicarakan pada aspek sastra

Sasaran Penilaian

Yang menjadi sasaran penilaian keterampilan berbicara adalah :
1. Topik : kemampuan memilih, menentukan dan memahami topik
2. Retorika : kemampuan menyusun dan menyampaikan topik
3. Kebahasaan : a. kemampuan menggunakan bahasa baku
b. keterampilan menggunakan bahasa secara efektif dan
pragmatis
4. Sikap/aspek non-bahasa : mimik, pantomimik, suara

GURU BAHASA INDONESIA SMA NEGERI 2 BALIGE

%d blogger menyukai ini: